serba-serbi Helm

16 05 2008
Pakai Helm, Sayang Kepala!

Beli Kelapa murah dan gampang, tinggal cari ke pasar pasti ada. Nah kalau Kepala, mau cari dimana bro? Ke ujung dunia pun tak bakal dapat. Sayangnya, banyak pengendara motor yang masih nekat gak pakai helm. Alasannya, jarak dekat, buru-buru, gak ada polisi. Wah, gak bener itu!

Padahal, berdasarkan data statistik dikatakan bahwa setiap dua kilometer, seorang pengendara sepeda motor mempunyai resiko mati karena kecelakaan duapuluh kali lebih besar dibandingkan dengan seorang pengendara mobil. Tetapi dengan memakai helm, dapat menurunkan resiko kematian sampai 30%!

Kecelakaan akibat benturan pada kepala memang jadi penyebab utama kematian pada kecelakaan motor. Jika tidak memakai helm, maka kemungkinan mengalami kecelakaan fatal pada kepala adalah 40 kali lebih besar daripada yang memakai helm.

Di Indonesia, aturan wajib Helm bagi penyemplak motor dimulai tahun 1970-an. Ketika itu banyak warga masyarakat menentang keras kebijakan tersebut dengan menuduh sebagai kebijakan tidak popular dan syarat dengan KKN. Pemerintah pun selalu mengkampanyekan penggunaan helm dan seiring waktu berjalan, banyak pengendara sepeda motor kini sadar bahwa memakai helm bukah hanya karena aturan lalu lintas, tapi demi keselamatan diri sendiri. Sadar, bahwa kepalanya tak ternilai harganya dibandingkan sebuah helm import terbaik sekalipun. Gitu dong!

HELM BAGUS, YANG GIMANA SIH?
Nah biar brother tau helm yang bagus atau gak, simak nih syarat-syarat konstruksi utama HELM yang telah masuk dalam standard DOT :

1) Outer shell atau Bagian Terluar.
Outer shell biasanya terbuat dari fiberglass, molded plactic atau polycarbonate composite yang berguna untuk melindungi penetrasi ke kepala dari benda keras dan mengurangi impact energy akibat benturan

2) Impact-Absorbing Liner/Padding atau Permukaan luar helm
Yang biasanya terbuat dari bahan impact-absoring polystyrene. Bagian ini yang berfungsi meredam atau mengurangi impact dari outer shell ke bagian kepala yang ditimbulkan pada saat benturan

3) Comfort Linner atau bagian dalam helm
Biasanya terbuat dari Soft Foam dan clotch layer yang akan bersentuhan langsung dengan bagian kepala.

4) Retention System atau Tali Pengikat
Tali pengikat ini akan menjaga Helm tetap menempel di kepala pada saat terjadinya benturan. Sehingga proteksi Helm dapat bekerja
Bagian helm lain yang juga cukup penting adalah visor/ kaca pelindung yang berfungsi untuk memberikan proteksi terhadap mata dari penetrasi debu, pasir, kerikil, serangga.

TIPE HELM

FULL FACE

Perlindungan yang diberikan Helm untuk jenis ini adalah seluruh bagian kepala, dari mulai permukaan wajah, seluruh bagian kepala belakang, dagu. Helm full face tidak memberikan proteksi optimal terhadap leher.

HALF FACE (3/4)

Perlindungan yang diberikan Helm untuk jenis ini adalah hampir sama dengan helm Full Face, namun untuk tidak memberikan proteksi maksimal untuk bagian wajah dan dagu.
Jika menggunakan helm jenis ini sebaiknya menggunakan Goggles atau kacamata jika helm tersebut tidak dilengkapi kaca pelindung.

TIPS MEMILIH HELM
1) Pilihlah helm yang telah berlabel stiker DOT, dimana maksudnya adalah Helm tersebut telah memenuhi Safety Test Standard yang dilakukan oleh suatu lembaga resmi untuk pengujian Helm.
2) Jangan menggunakan HELM ”cetok” karena helm seperti ini tidak akan dapat melindungi kepala pada saat terjadi kecelakaan
3) Pilihlah kaca pelindung helm yang dapat melindungi mata serta dapat memberikan keleluasaan dalam pandangan.
4) Pilihlah helm yang mempunyai kaca pelindung transparent (tidak berwarna hitam), karena sangat berbahaya bila digunakan pada saat malam hari.
5) Pilihlah helm yang sesuai dengan ukuran kepala dan nyaman dipakai.
6) Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur, karena helm tersebut tidak memiliki perlindungan yang optimal.
7) Masa waktu penggunaan HELM adalah 3 tahun sejak dikeluarkan oleh pabrik, untuk menghindari masa expires pada saat dikeluarkan oleh pabrik dan dipasarkan di toko gunakan helm selama 2 tahun.
Catatan : Pemilihan jenis dan tipe helm yang salah justru akan menambah resiko injury.

Attached Thumbnails
374 375

Seputar Helm

Berdasarkan data statistik dikatakan bahwa setiap dua kilometer, seorang pengendara sepeda motor mempunyai resiko mati karena kecelakaan duapuluh kali lebih besar dibandingkan dengan seorang pengendara mobil. Tetapi dengan memakai helm, dapat menurunkan resiko kematian sampai tigapuluh persen.

Kecelakaan akibat benturan pada kepala merupakan penyebab utama kematian pada kecelakaan kendaraan bermotor. Jika tidak memakai helm, maka kemungkinan mengalami kecelakaan fatal pada kepala adalah empat puluh kali lebih besar daripada yang memakai helm.

Menunjuk pada pernyataan diatas, maka helm merupakan suatu alat keselamatan atau pelindung yang efektif bagi pengendara bermotor.

Saat ini begitu banyak helm yang dijual di pasar, dan tidak semua helm dapat benar-benar melindungi kepala pada saat terjadi kecelakaan. apabila anda berniat untuk membeli helm, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehinga benar-benar bermanfaat untuk melindungi kepala anda.

Tips memilih helm

Pada dasarnya ada dua jenis helm, yaitu :

Helm bulat yang menutupi seluruh bagian kepala dan muka,
Helm terbuka bagian muka.

Helm bulat mempunyai pelindung muka yang dapat dibuka atau ditutup dan mempunyai pelindung dagu.

Pada helm jenis yang terbuka di bagian muka, sebaiknya gunakan juga pelindung mata khusus yang selain melindungi mata dari debu, juga kerikil atau batu yang loncat.

Perhatikan apakah helm yang akan dibeli mempunyai tiga lapisan yaitu :

Bagian paling luar, terbuat dari fiberglass atau plastik keras.
Bagian tengah terbuat dari polistyrene atau styrofom yang berguna untuk menyerap hantakan atau syok pada waktu benturan terjadi dan,
Lapisan paling dalam adalah bantalan agar helm pas dan nyaman dipakai.
Tips memakai helm

Perhatikanlah pada saat menggunakan helm, pasanglah selalu pengikat dagu agar helm benar-benar pas di kepala dan terasa nyaman dipakai. Jangan memakai helm terlalu kencang atau kendor.

Kapan helm harus diganti ??

Gantilah helm dengan yang baru, setelah dipakai selama dua sampai empat tahun.
Gantilah helm setelah mengalami benturan atau kecelakaan
Sering-seringlah memeriksa helm anda untuk memastikan apakah masih layak dipakai atau tidak.
Yang paling penting diperhatikan di sini adalah belilah helm yang mempunyai standar intarnasional, yaitu yang mempunyai persyaratan yang optimal. Helm tersebut harus mempunyai kwalitas yang tinggi dan standar perlindungan keselamatan yang baik.

semoga bermanfaat

Tips Motorplus, Usir Busa Helm Bau dan Kotor


Bulan puasa begini, kegiatan bebersih sip digelar sambil nunggu bedug. Misal bersih-bersih perlengkapan berkendara. Kalau jaket dan sarung tangan bisa dicemplungin ke mesin cuci. Nah, helm kotor dan bau apek gimana?

Hendi Wijaya punya trik pas. Maklum doi punya usaha cuci helm di rumahnya. “Mulai basahi helm dengan menyemprotkan air. Sediakan deterjen harum untuk mengusir debu dan keringat di busa helm. Caranya seka pakai kain lembut (gbr. 1),” kata warga Jl. Kavling Polri, Blok E5, No. 1356, Jelambar, Jakarta Barat.

Lanjut menyemprot air ke busa helm. Tuh mulai tampak kotoran sudah mulai rontok. Ulangi sekali lagi mencuci dengan deterjen untuk mengusir debu dan daki.

Tahap berikut, mesti ambil vacuum cleaner. Tapi kudu jenis kering dan basah. “Ini untuk menyedot sisa kotoran di busa helm (gbr. 2),” lanjut pria 30 tahun ini.

Langkah terakhir yakni pengeringan. “Bisa dengan menggantung helm sambil diangin-anginkan. Jangan jemur di terik matahari, ntar busanya rontok,” ujar Handi yang sehari-hari pakai helm AGV GP-1M ini.

Kalau lagi buru-buru, boleh juga pakai pengering rambut. Semburan udara panasnya cepat mengeringkan busa helm basah (gbr. 3). Tapi tetap jaga jarak, jangan sampai moncong pengering itu nempel ke busa.

Iklan




rem depan

16 05 2008
Rem depan adalah sistem rem cakram hidrolis. tinggi permukaan minyak rem akan turun dengan terjadinya keausan pada sepatu rem, dengan demikian akan terjadi penyesuaian secara otomatis terhadap keausan.
Tidak ada penyetelan yang perlu dilakukan, tetap harus ada pemeriksaan secara periodik terhadap tinggi permukaan minyak rem dan keausan sepatu rem. Sistem rem harus sering diperiksa utk memastikan bahwa tidak ada kebocoran minyak rem.
Jika jarak pergerakan handel rem berlebihan dan ternyata tidak ada keausan sepatu rem melewati batas yang ditentukan, kemungkinan ada udara di dalam sistem pengereman yang harus dikeluarkan.

Tinggi permukaan minyak rem

Peringatan :
» Minyak rem dapat menimbulkan peradangan, hindari kontak dengan kulit dan mata. Bila terjadi kontak, bilas secara menyeluruh dengan air dan hubungi seorang dokter apabila mata terkena
» Jauhkan dari jangkauan anak-anak!!

Perhatian :
» Hati-hatilah sewaktu menangani minyak rem, krn dapat merusak plastik dan permukaan yang dicat
» Ketika akan menambahkan minyak rem, pastikan bahwa kotak dalam keadaan horisontal sebelum melepaskan tutup kotak, jika tidak minyak rem dapat tertumpah keluar
» Hanya gunakan minyak rem dengan kualitas DOT 3 atau DOT 4 dari kaleng baru yang masih dalam keadaan tertutup
» Jaga jangan sampai kotordan atau air memasuki kotak minyak rem

Tambahkan minyak rem jika permukaan hampir mencapai tanda BATAS PERMUKAAN TERBAWAH (Lower)(1)
Lepaskan sekrup-sekrup (2) dan tutup kotak (3), pelat (4), dan membran (5)
Isi kotak dengan minyak rem DOT 3 atau DOT 4 dari kaleng baru sampai tanda BATAS PERMUKAAN TERTINGGI (6)
Pasang kembali membran, pelat, tutup kotak, dan kencangkan sekrup-sekrup dengan rapat

Pemeriksaan lainnya :

Pastikan bahwa tidak ada kebocoran minyak rem. Periksa terhadap pengurangan kualitas dan retak-retak dari slang-slang dan ujung-ujung pemasangannya

Keausan Rem Depan
Keausan rem depan bergantung pada beratnya pemakaian, gaya pengendaraan, dan kondisi jalan. Sepatu rem akan lebih cepat aus pada jalan yang kotor dan basah. Periksa sepatu rem secara visual setiap melakukan servis untuk mengetahui tingka keausannya. Apabila keausan mencapai ujung dalam celah indikator keausan, gantilang dengan sepasang sepatu rem baru.